Monday, January 21, 2019

Stasiun Semarang Tawang


Stasiun Semarang Tawang (SMT) atau terkadang disebut juga Stasiun Tawang adalah stasiun kelas besar tipe A di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 meter ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IV Semarangsekaligus stasiun terbesar di Kota Semarang dan Jawa Tengah bagian utara. Nama "Tawang" diambil dari nama kampung di dekat stasiun ini, yaitu Tawangsari.

Bangunan luar stasiun ini masih utuh menggunakan bangunan buatan Belanda dulu. Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api. Jalur 1 (paling selatan) untuk persinggahan KA jarak jauh atau menengah yang menaikturunkan penumpang di stasiun ini; jalur 2 untuk persinggahan KA apabila di jalur 1 dan 3 ada KA yang berhenti; jalur 3 untuk kedatangan dan keberangkatan KA jarak jauh dan menengah yang berhenti di stasiun ini serta juga untuk parkir serta persiapan untuk keberangkatan KA Argo MuriaArgo SindoroMenoreh (Secara normal, ketiga Kereta ini dilangsir ke Jalur 1 untuk pemberangkatan), Tawang Jaya Premium dan Joglosemarkerto; jalur 4 sebagai sepur lurus pertama untuk melintas langsungnya KA dari arah timur maupun barat; jalur 5 sebagai sepur lurus kedua khusus untuk kedatangan dan keberangkatan KA komuter; jalur 6 untuk persilangan KA; serta jalur 7 dan 8 (jalur buntu) digunakan sebagai parkir gerbong yang sedang tak terpakai dan tempat untuk pencucian KA.
Stasiun ini merupakan stasiun yang sangat sibuk karena hampir semua kereta penumpang yang melintasi jalur utara berhenti di sini. Hanya KA Jayabaya dan angkutan barang selain parsel ONS yang tidak berhenti di stasiun ini.

wisata seru LAWANG SEWU kota semarang

Setiap orang yang pernah menetap di Semarang pasti mengenal istilah ‘Kota Atas’ dan ‘Kota Bawah’. Ya, Semarang memiliki keunikan tersendiri, di mana dalam satu kota yang sama terdapat dua wilayah yang jaraknya relatif dekat, namun memiliki perbedaan suhu.


‘Kota Bawah’ merupakan denyut nadi Semarang  (di mana pusat pemerintahan, perniagaan, transportasi, sampai perekonomian berada) yang memiliki hawa lebih panas karena dekat dengan bibir pantai. Di sini pula terdapat Kota Tua yang menyimpan banyak peninggalan arsitektur colonial.

Sebaliknya, ‘Kota Atas’ berada di wilayah dataran tinggi di bagian selatan Kota Semarang dengan suhu yang jauh lebih sejuk. Sangat cocok untuk Anda yang ingin melarikan diri dari kepenatan!

Lawang Sewu (bahasa Indonesia: seribu pintu) adalah gedung gedung bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Kota SemarangJawa Tengah. Gedung ini, dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero